Text berjalan

Welcome To Our Blog

Senin, 04 Februari 2013

Pengolahan Limbah Dengan Enceng Gondok

Eceng gondok (Eichornia crassipes) sering kita anggap sebagai penyebab terjadinya pencemaran air. Tumbuhan yang berasal dari Brazil ini memiliki bagian akar, batang dan helai daun mengandung rongga udara dan massa jenisnya (massa per volume air) lebih ringan, yaitu kurang dari massa jenis air yang besarnya 1 kg/m3 sehingga dapat menyerap limbah yang mudah mengapung di permukaan air, misalnya limbah minyak. Namun, kontrol terhadap pertumbuhan tanaman ini harus dilakukan, karena pertumbuhan eceng gondok sangat cepat. Nah, jenis-jenis tanaman tersebut layak dicoba diterapkan di pengolahan limbah rumah tangga kita, selain bermanfaat mengurangi pencemaran, dan bersifat ramah lingkungan, tentunya menambah keasrian.


Selain itu, tumbuhan Eceng Gondok dapat menyerap unsur hara (senyawa organik dan anorganik) yang terdapat pada limbah. Eceng Gondok dan bakteri pengurai pada air limbah memiliki sifat simbiosis mutualisme (saling melengkapi). Hal ini dibuktikan dari jumlah bakteri pengurai pada air limbah yang membutuhkan oksigen dari hasil fotosintesis tumbuhan air (Eceng Gondok), sedangkan Eceng Gondok membutuhkan karbondioksida dan amonium untuk proses fotosintesis. Sebenarnya, dibandingkan dengan Eceng Gondok muda, Eceng Gondok tua lebih efektif untuk menyerap limbah kotor. Eceng Gondok tua memiliki struktur akar, batang, dan daun yang lebih besar sehingga lebih banyak menyerap amonia yang terkandung pada limbah.


Berikut percobaanya :
A.   Bahan - bahan                       :      Enceng gondok
Air
4 Wadah, ukurannya harus sama
Tawas
Detergen.
B.    Langkah – langkah    :
1. Siapkan 4 wadah. Sebaiknya yang berwarna bening agar perubahan warnanya mudah diamati.
2.  Isi semua wadah dengan 1,5 liter air.
3.  Campurkan air dengan 20 gr detergen.
4. Bersihkan enceng gondok dari lumpur. Lalu letakkan 3 - 5 tanaman enceng gondok diwadah 1. Diwadah 2 sebanyak 5 - 9. Dan diwadah 3 sebanyak 10 - 15.
5. Air diwadah ke 4 diberi tawas sebanyak 20 gr.
6. Tunggu 3 hari dan angkat enceng gondok dari wadah. Sebagian atau seluruh enceng  gondok akan membusuk. Lalu amati air disetiap wadah.


Hasil :
  1. Diwadah 1 air berwarna hijau karena semua enceng gondog membusuk. Terdapat endapan dibawah wadah.
  2. Diwadah 2 air berwarna kehijauan karena sebagian besar enceng gondok membusuk. Terdapat endapan di bawah wadah yang lebih banyak daripada di wadah 1.
  3. Diwadah 3 air berwarna jernih namun agak kekuningan karena enceng gondog  sebagian yang membusuk. Terdapat endapan di bawah wadah namun lebih sedikit daripada diwadah 2.
  4. Diwadah 4 air berwarna jernih namun agak putih. Terdapat endapan dibawah wadah yang merata.

Semoga bermanfaat :)



Mohon jangan copy paste artikel ini tanpa mencantumkan sumbernya. Tolong hargai karya orang lain. Ini link jika anda ingin mem-copas artikel ini